Category Archives: Ketenagakerjaan

Payrollbozz Software Manajemen SDM Terbaik

Published by:

Perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini tidak akan pernah lepas dari masalah utama manajemen SDM di Indonesia. Masalah pertama adalah banyak karyawan seringkali kurang memahami visi organisasi, tidak adanya sistem penilaian kinerja (KPI), penghargaan dan promosi yang terintegrasi dan transparan. Sehingga akan menyebabkan para karyawan dapat kehilangan motivasi dan mendowngrade pekerjaannya.

Masalah kedua adalah perusahaan Anda yang masih memakai kertas dan atau log-book dan bahkan juga menggunakan jasa konsultan IT. Maka dari itu, masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan sebuah software manajemen SDM untuk mengelola SDM dalam mendukung proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian SDM.

Peran Manajemen SDM

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah sebuah bidang manajemen umum yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian Sumber Daya Manusia. Manajemen SDM berperan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan yang terintegrasi dengan teknologi untuk meningkatkan kemampuan bersaing. Sehingga seluruh kegiatan pengelolaan SDM dapat dikelola secara efisien dan efektif. Salah satu langkah efektif bagi setiap perusahaan dalam mengelola SDM adalah dengan menggunakan Payrollbozz software manajemen SDM terbaik.

Payrollbozz

Payrollbozz Software Manajemen SDM

Payrollbozz hadir sebagai software penggajian karyawan berbasis web HRIS Cloud terbaik di Indonesia pada tahun 2018 dengan konsep Software as a Service (SaaS), fleksibilitas yang tinggi, fiturnya yang lengkap, harganya yang terjangkau dan kepercayaan ribuan perusahaan besar dalam menggunakannya.

Payrollbozz adalah jawaban untuk setiap pertanyaaan bagi HRD Anda mengenai software manajemen SDM di Indonesia. Berikut adalah 5 kelebihan Payrollbozz yang pastinya tidak boleh disia-siakan. Diantaranya:

  1. Menggunakan HRIS (Human Resource Information Systems) sebagai basis web sistem yang bekerja secara otomatis untuk menghemat waktu divisi HR dan perusahaan dalam hal penggajian karyawan, terutama mengatur dan mengelola data karyawan.
  2. Memiliki bermacam-macam fitur lengkap yang dapat mempermudah urusan administrasi antara karyawan dan perusahaan.
  3. Menawarkan kemudahan dan interface yang rapi dalam mengelola permintaan dan atau klaim dari karyawan
  4. Menyediakan data real time secara rahasia selama 24 jam terkait dengan pengambilan keputusan dan perencanaan SDM.
  5. Mampu menghemat biaya dan waktu dalam mengelola berbagai kebutuhan karyawan dan membuat keputusan berdasarkan analisis data SDM.
  6. Harga yang ditawarkan tergolong terjangkau, tidak sampai ratusan juta rupiah sesuai kebutuhan perusahaan.

Fitur-Fitur Payrollbozz

Fitur Payrollbozz

Berbagai fitur lengkap yang ditawarkan Payrollbozz antara lain:

  1. Fitur payroll tanpa menggunakan kertas (paperless).
  2. Sistem laporan lengkap berisi data perusahaan maupun data karyawan. Data perusahaan, seperti daftar profil perusahaan, struktur organisasi, visi, misi jabatan, department dan divisi. Sedangkan, data karyawan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  • Kalkulasi PPh 21 (gaji karyawan), THR, iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan secara otomatis dimasukkan ke aplikasi slip gaji, kemudian bisa dikirim melalui email ke setiap karyawan.
  • Laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak yang bisa dipantau secara online dimana pun dan kapanpun.
  • Perhitungan lembur sesuai peraturan Depnaker ataupun perusahaan tertentu.
  • Pengajuan klaim pinjaman karyawan dengan tujuan mempermudah karyawan untuk mendapatkan pinjaman dengan mudah.
  • Pengajuan tunjangan lainnya, tagihan dan penggantian biaya oleh karyawan.
  • Informasi pekerjaan yang berkaitan dengan jadwal kerja karyawan.

4. Formula yang fleksibel sesuai peraturan perusahaan. Contohnya adalah kelengkapan data karyawan tersebut akan dijadikan sebagai patokan dalam penentuan gaji yang diterima oleh karyawan dalam satu bulan.

5. Laporan mandiri karyawan secara real-time yang disajikan dalam sistem report yang tentunya mempermudah tim SDM dalam hal pencetakan data dan pelaporan data kepada pihak perusahaan.

6. Sistem cuti karyawan terintegrasi dengan sistem payroll dan mesin absensi fingerprint yang membantu tim SDM dapat melihat laporan absen karyawannya melalui komputer dan smartphone.

7. Fitur absensi online untuk mempermudah tim SDM dalam mencatat atau melacak absensi karyawan dengan akurat.

8. Fitur Chatting online yang mempermudah terjadinya komunikasi antar-staf atau tim SDM dalam satu platform yang sederhana.

9. Data internal perusahaan yang kerahasiaannya terjamin lebih aman.

Selengkapnya mengenai fitur Payrollbozz yang sesuai dengan harganya, silakan lihat di fitur Payrollbozz.

Dengan menggunakan Payrollbozz software manajemen SDM terbaik, tentunya segala pekerjaan administrasi HRD perusahaan akan menjadi lebih mudah dan risiko human error akan diminimalisir.

Silakan dicoba dan semoga review Payrollbozz software manajemen SDM ini bermanfaat bagi Anda dan perusahaan!

Seluk Beluk tentang PPh 21 untuk Karyawan Kontrak

Published by:

Saat ini persaingan makin meningkat di dunia kerja, fenomena karyawan kontrak di Indonesia sendiri telah berlangsung cukup lama, baik dilakukan oleh perusahaan lokal maupun perusahaan asing.

Tak jarang banyak perusahaan mau menggunakan karyawan kontrak bagi dengan berbagai alasan. Diantaranya adalah karena kemampuan perusahaan terbaru yang belum mapan, membutuhkan pembiayaan, pengelolaan dan iklim usaha serta meningkatkan stabilitas perusahaan.

Maka dari itu, setiap perusahaan telah menerapkan berbagai peraturan yang berkaitan dengan perjanjian kerja untuk karyawan kontrak. Salah satu peraturan tersebut adalah peraturan perpajakan PPh 21 yang berlaku dalam sistem kontrak. Berikut ulasan lengkap tentang pengertian karyawan kontrak dan perhitungan PPh 21 untuk karyawan kontrak.

Pengertian Karyawan Kontrak

Secara hukum, karyawan kontrak adalah karyawan dengan status bukan karyawan tetap. Dengan kata lain, karyawan kontrak juga adalah karyawan memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan terbatas untuk jangka waktu tertentu atau berdasarkan selesainya suatu pekerjaan tertentu.

Istilah karyawan kontrak sering disebut ‘’Karyawan PKWT’’, artinya karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Secara praktek, setiap perusahaan yang menerapkan sistem kontrak jangka waktu tertentu, sebelum kemudian karyawan tersebut diangkat menjadi karyawan tetap.

Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER 16/PJ/2016 pada Pasal 1 ayat 10, karyawan tetap merupakan karyawan yang memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas yang secara teratur terus menerus ikut mengelola kegiatan perusahaan secara langsung, serta karyawan yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu

Perhitungan PPh 21 Karyawan Kontrak

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (KEP) no. 545/PJ./2000, untuk menghitung PPh 21, meskipun status karyawan adalah “kontrak’’, baik kontrak untuk jangka waktu tertentu atau berdasarkan pekerjaan tertentu, karyawan tersebut bisa memperoleh gaji dan atau imbalan dalam jumlah tertentu secara berkala. Maka dari itu, cara perhitungan PPh 21 untuk karyawan kontrak sama dengan karyawan tetap.

Namun, perbedaannya terletak pada pengurang biaya jabatan yang diperoleh sebesar 5% dari penghasilan bruto, dengan batas maksimum Rp 500.000 per bulan sejak tahun 2009.

Contoh Kasus

Pamela dengan status hubungan kerja perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) digolongkan sebagai karyawan kontrak yang dikenakan PPh 21 sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Dirjen Pajak PER-32/PJ/2015. Pamela adalah karyawati yang bekerja sebagai staf Administrasi di PT XYZ dengan memperoleh upah pokok sebulan Rp 7.000.000,00. PT XYZ mengikutsertakan karyawan tersebut ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, premi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) dibayarkan oleh pemberi kerja sebesar 0.5% dan 0.3%. Pamela dapat menanggung iuran Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 2% dari upah setiap bulan. Maka perhitungan besarnya PPh 21 yang diterima Pamela di bulan September adalah:

  • Upah pokok = Rp 7.000.000
  • JKK = 0.5% x Rp 7.000.000 = Rp 35.000
  • JK = 0.3% x Rp 7.000.000 = Rp 21.000

Penghasilan bruto = Upah pokok + JKK + JK

= Rp 7.000.000 + Rp 35.000 + Rp 21.000

= Rp 7.056.000

Jumlah penghasilan bruto yang didapat Pamela adalah Rp 7.056.000,-

Pengurangan:

  • Biaya jabatan = 5% x 7.056.000 = Rp 353.152
  • Iuran JHT = 2% x 7.000.000 = Rp 140.000

Total biaya jabatan + iuran JHT = Rp 493.152

Penghasilan netto adalah total penghasilan bruto dikurangi dengan total biaya jabatan dan iuran JHT.

Penghasilan netto = Rp 7.056.000 – Rp 493.152 = Rp 6.562.848

Penghasilan netto setahun = Rp 6.562.848 x 12 bulan = Rp 78.754.176

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 Pasal 1.

PTKP

  • Untuk WP sendiri = Rp 54.000.000 (tarif PTKP untuk wajib orang pribadi)
  • Total PTKP = Rp 54.000.000

Total Penghasilan Kena Pajak (PKP) setahun = Penghasilan netto setahun – total PTKP

= Rp 78.754.176 – Rp 54.000.000

= Rp 24.754.176

PPh 21 terhutang setahun

= 5% x Rp 24.754.176

= Rp 1.237.709

PPh 21 terhutang dalam bulan September = Rp 1.237.709 / 12 bulan = Rp 103.142,-

Demikian informasi tentang pengertian karyawan kontrak beserta perhitungan PPh 21 untuk karyawan kontrak. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!